Berfisika adalah berimajinasi

Abdullah, Mikrajudin (2018) Berfisika adalah berimajinasi. Berfisika adalah berimajinasi, 1 (1). Penulis (self publishing), Bandung. (Unpublished)

[img] Text (Buku "Berfisika adalah berimajinasi")
Berfisika adalah Berimajinasi - Mikrajuddin Abdullah.pdf - Draft Version
Available under License Creative Commons Attribution Non-commercial No Derivatives.

Download (6MB)
Official URL: https://drive.google.com/file/d/1cAXVu2Kcls8MFvxyC...

Abstract

Sebuah buku berisi kumpulan posting penulis dengan gaya penulisan yang ringan di media sosial tentang ilmu fisika dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. --- Kata Pengantar Banyak pengajaran fisika dari sekolah menengah hingga perguruan tinggi hanya mengandalkan kemampuan menghitung. Siswa dan mahasiswa hanya dituntut untuk menyelesaikan soal-soal fisika dengan cara secerap mungkin tanpa meresapi makna fisika itu sendiri. Fisika menjadi gersang. Pelajaran fisika tidak lebih dari pelajaran matematika yang mengandung soal terkait fisika. Yang lebih penting dari fisika adalah imajinasi. Bagaimana siswa atau mahasiswa melihat fenomena alam dan memahami mekanisme apa yang mengontrol mekanisme tersebut. Teori atau hokum-hukum fisika lahir dari imajinasi, melalui penenungan yang lama dan mendalam para ilmuwan terhadap suatu fenomena yang mereka amati. Hukum gravitasi universal Newton lahir dari suatu imjanasi terhadap jatuhnya buah apel. Teori relativitas lahir dari suatu pemikiran yang sangat mendalam atas sejumlah pengaatan pada akhir abad 19 seperti kontraksi Lorentz dan kekonstantan laju cahaya. Teori kuantum lahir dari hasil imajinasi Max Planck terhadap kegagalan teori klasik menjelaskan fenomena radiasi benda hitam dan imajinasi Einstein tentang foton dalam usaha menjelasakan hasil pengamatan efek fotolistrik. Berimajinasi adalah kunci menjadi ilmuwah hebat. Matematika adalah perangkat pendukung imajinasi tersebut sehingga menjadi formulasi matematika dalam hentuk hokum atau teori. Tetapi tanpa imajinasi, matematik hanya menjadi alat untuk menyelesaikan soal ujian. Dengan imajinas, kadang perosoalan fisika yang sangat kompleks dapat dijelaskan dengan persamaan matematika yang sangat sederhana. Saya coba tulis buku beberapa seri terkait dengan imajinasi fisika. Isinya adalah melihat fenomena fisika yang ada di sekitar dan mencoba memikirkan mekanisme fisika apa yang mengotrol fenomena tersebut. Jika memungkinkan akan dibangun teori atau persamaan yang menjelaskan fenomena tersebut. Saya hanya membahas fenomena sederhana yang mungkin kita sering amati sehari-hari. Tetapi karena kita jarang mau berimajinasi maka fenomena tersebut tampak seperti fenomena fisika biasa yang tidak ada nilai ilmiahnya. Saya berharap buku ini bermanfaat bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah menengah atau mahasiswa S1 supaya memiliki ketertarikan lebih baik pada sains. Fisika tidak identik dengan rumus. Rumus digunakan kalau memang diperlukan. Bandung, Desember 2018 Mikrajuddin Abdullah

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: berfisika, fisika, imajinasi, publikasi
Subjects: Q Science > Q Science (General)
Q Science > QC Physics
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Physics
Depositing User: Dr. Dasapta erwin irawan, st,mt Irawan
Date Deposited: 04 Dec 2018 21:58
Last Modified: 04 Dec 2018 22:00
URI: http://eprints.itb.ac.id/id/eprint/6

Actions (login required)

View Item View Item